Karena Langgar Aturan Lockdown Jerome Boateng Dapat Denda oleh Klub

Image
sumber: akurat.co
Bek Bayern Muenchen, Jerome Boateng mendapat hukuman berupa denda dari klubnya. Hal tersebut diketahui karena Boateng melanggar aturan karantina yang diberlakukan oleh klubnya di tengah situasi lockdown pandemi Virus Corona.
Terkait ketatnya aturan yang diterapkan Die Roten -julukan Bayern Muenchen- pada pengawanya, hal tersebut karena saat ini Jerman menjadi salah satu dari sekian banyak negara yang tengah dihantui penyebaran Virus Corona. Negara bagian Bavaria yang merupakan tempat Muenchen berada bahkan menjadi lokasi yang penduduknya paling banyak dinyatakan terdampak corona.
Dengan situasi yang mengkhawatirkan itu, masuk akal rasanya jika Muenchen menerapkan aturan ketat. Namun, baru-baru ini diketahui bahwa tim asuhan Hans-Dieter Flick itu dibuat marah dan sampai menjatuhi hukuman beruopa denda pada salah satu penggawanya, Jerome Boatang.
Dilansir dari Sky Sport, Muenchen murka karena Boateng diketahui mneinggalkan Munich tanpa memberikan pemberitahuan pada klub. Situasi inilah yang membuat mereka memberikan sanksi tegas karena menganggap bahwa sang bek telah melanggar aturan.
"Panduan yang mengatur perilaku para pemain FC Bayern dalam situasi pandemi sekarang ini sejalan dengan arahan pemerintah Bavaria terkait pembatasan pergerakan di ruang publik serta rekomendasi dari otoritas kesehatan," tulis pernyataan Bayern.
"FC Bayern percaya klub memiliki tanggung jawab sebagai teladan untuk masyarakat, Sebagai konsekuensi dari pelanggran ini, klub telah memutuskan untuk mendenda Boateng," sambung pernyataan itu.
Namun, disisi lain juga diketahui bahwa keputusan Boateng untuk meninggalkan kota rupanya bukan tanpa alasan. Kepergian bek asal Ghana itu ternyata kerena ia harus menengok anaknya yang tengah sakit dan tinggal di luar kota.
Dengan alasan tersebut, Boateng pun merasa bahwa keputusannya adalah tepat dan memilih untuk tak memusingkan hukuman yang diberikan klub. Sebab baginya, kesehatan sang buah hati adalah prioritas yang utama.
"Saya tahu, saya salah karena tidak menghubungi klub, tapi saat itu di dalam pikiran saya hanya ada anak saya. Kondisinya sedang tidak sehat. Saat seorang anak menghubungi ayahnya, saya jelas akan pergi, tidak peduli siang atau malam," ujar Boateng.
"Demi anak, saya akan menerima hukuman itu. Lagipula, itu anak saya."
"Saya mau tahu, apakah ada seorang ayah di luar sana yang tak mau bersama dengan anaknya yang sakit dan masih berusia 4 tahun. Jika ada hukuman buat saya, saya akan menghormatinya. Tapi itu sebuah hal yang menyedihkan," sindir Boateng.
Terlepas dari tindakan indisiplinernya yang berbuah pada sanksi berupa denda. Nantinya, jumlah denda yang tak disebutkan itu bakal didonasikan oleh pihak klub kepada rumah sakit di Munich.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Kasus Century Masih Menggantung Terus Merugikan SBY

BPOM: Semua Air Kemasan Galon Guna Ulang Maupun Sekali Pakai Aman!

Selama Karirnya Sebagai Atlet, Lee Chong Wei Sesalkan Hal Ini